THE NEW NORMAL : Tantangan Perubahan Pasca Pandemi COVID -19

Oleh : Ahmad Nuril

Pernahkah Anda mendengan istilah “The New Normal”?
Akhir-akhir ini istilah “The New Normal” banyak saya dengar, saya coba mencari apa yang dimaksud dengan The New Normal, dari beberapa sumber, baik berita, artikel dan kanal Youtube. Kesimpulan yang saya dapat secara singkat,  The New Normal adalah sebuah kehidupan dengan kondisi normal yang baru tidak seperti biasanya.

Profesor Yohanes Eko Riyanto dari Nayang Technological University Singapore mengungkapkan bahwa “Perilaku yang terjadi selama COVID -19 akan menciptakan tatanan ekosistem baru yang terkoneksi dengan perangkat digital dan internet. Perubahan perilaku pengguna handphone, laptop, dan segala macam uang basis konsumsinya adalah media sosial”, ujarnya dalam diskusi live secara daring bertema The New Normal di Youtube, Sabtu (2/4/2020).

Artinya terdapat perubahan perilaku masyarakat, contohnya, sebelum pandemi COVID – 19 menjadi virus yang tak terkendali, kehidupan di tempat kerja masih seperti biasa, berangkat pagi, melakukan segala aktivitas rapat, perencanaan, evaluasi program  dan laporan di kantor, ketika sore hari pulang.

Setelah pandemi COVID – 19 pola kerja sedikit banyaknya akan mengalami perubahan, karyawan akan lebih terbiasa bekerja dari rumah (Work From Home), rapat akan lebih sering via aplikasi sejenis ZOOM atau Google Meeting, tugas tugas karyawan dikerjakan di Rumah atau dimanapun tanpa harus ke kantor, pola seperti ini sudah digunakan pada perusahaan startup atau digital seperti kumparan, para programer dan web developer bisa kerja tanpa harus ke kantor.

Pun dalam dunia pendidikan, metode e-learning akan lebih sering digunakan, murid dan guru bertemu dalam sebuah platform digital, absensi digital, tugas dalam bentuk digital, semua serba digital.

Namun tak semua perusahaan bisa kerja di rumah, terutama bidang informal seperti buruh pabrik, pertanian, perkebunan dan  peternakan.

Dampak COVID – 19  sedikit banyaknya akan merubah tatanan sosial, ekonomi, pendidikan, dan politik. Inilah era disrupsi : segala sesuatu yang awalnya normal-normal saja dan serba teratur, tiba tiba berubah dan berhenti secara mendadak akibat hadirnya sesuatu yang baru (Rhenald Kasali).

Mau tidak mau, suka tidak suka, bisa atau tidak bisa, semua harus menyesuaikan, jika tidak, bersiap-siaplah Anda akan tertinggal. Apakah Anda sudah siap menhadapi perubahan? (Ahmad Nuril)

Comments

Popular posts from this blog

Cerpen "Sepeda Ontel Penuh Hikmah"

Obrolan Mahasiswa Masa Kini

SAWIT AMBYAR