Bagaimana Memandang Hidup Ini
apa kabar hari ini? pasti sehat ya, alhamdulilah luar biasa
Allahuakbar!! begitu harusnya kita jawab, hehe, jadi teringat masa- masa KUPAS (kuliah umum pelajar antar sekolah) sewaktu masih SMK.
Eh, ngomong- ngomong pandangan hidup, bagaimana sih pembaca memandang
kehidupan di dunia ini, pasti punya pandangan hidup kan?? kalo nggak
punya pandangan hidup berarti perlu dipertanyakan keberadaan Anda
sekarang, jangan jangan sudah tidak hidup, hehehe kidding. Nggak usah dipikirin
lah sekarang biarkan penulis mencoba memaparkan bagaimana pandangan hidup versi
saya sendiri.
"hidup", kalo ngomong- soal kata "hidup" pasti kita teringat dengan kata
"mati", terus apa hubungannya? jelas "hidup" dan "mati" mempunya
hubungan yang sangat erat, bahkan lebih erat daripada sisa permen karet yang
melekat pada rok atau celana abu-abu SMA karena diisengin temen, hehe
flasback nih kayaknya. Eh tapi serius setiap mahluk yang bernyawa di
dunia ini pasti akan mati, baik itu hewan, tumbuhan bahkan manusia itu
sendiri. kematian itu tidak memandang usia tua ataupun muda, bisa saja
teman-teman sedang duduk santai di teras tiba tiba malaikat Izrail
datang dan mencabut nyawa teman teman, tidak ada yang punya jaminan loh
kita besok atau bahkan satu jam dari sekarang masih bisa hidup.
Maka dari itu kita harus mempunyai pandangan hidup seperti ini agar kita senantiasa selalu berbuat kebaikan dan menjalani perintah dari sang pencipta yaitu Allah SWT, dan jangan lupa untuk selalu mengingat kematian, apakah kita sudah punya bekal untuk menghadapi kematian itu sendiri, karena yang akan dibawa saat kita berada dalam alam akhirat hanyalah amal perbuatan kita, amal lah yang akan menolong kita, maka dari itu jangan sia siakan waktu yang Anda miliki ini selagi kita masih hidup, lakukan solat, berpuasa, bersedekah, berbakti kepada orang tua dan masih banyak amalan amalan yang dapat kita lakukan. Seandainya kita telah meniggal maka mustahil untuk melakukan itu semua.
Saya pernah mendengar sebuah kata- kata bijak nih sob, seperti ini kalimatnya "Berbuat baiklah kamu seolah- olah akan meninggal esok hari, dan bekerjalah kamu seakan- akan hidup seribu tahun lagi". Maksud kalimat "berbuat baiklah kamu seolah- olah akan mati esok hari" yaitu jika kita melakukan perbuatan baik seolah olah kita akan meninggal esok hari maka kita tidak akan menyia nyiakan waktu yang tersisa, kita akan selalu beribadah, berbuat baik, atau bahkan tak henti- hentinya berzikir hingga melupakan tidur dan makan karena kita akan meniggal esok hari. dan kalimat "bekerjalah kamu seakan-akan hidup seribu tahun lagi" memiliki makna agar kita harus selalu bersemangat untuk menjalani kehidupan dan bekerja, karena waktu seribu tahun lagi dianalogikan sebagai waktu yang panjang, sehingga untuk mengisi waktu yang panjang itu kita perlu biaya hidup seperti sandang, papan dan pangan, tanpa bekerja maka mustahil semua itu akan tepenuhi.
Maka dari itu kita harus mempunyai pandangan hidup seperti ini agar kita senantiasa selalu berbuat kebaikan dan menjalani perintah dari sang pencipta yaitu Allah SWT, dan jangan lupa untuk selalu mengingat kematian, apakah kita sudah punya bekal untuk menghadapi kematian itu sendiri, karena yang akan dibawa saat kita berada dalam alam akhirat hanyalah amal perbuatan kita, amal lah yang akan menolong kita, maka dari itu jangan sia siakan waktu yang Anda miliki ini selagi kita masih hidup, lakukan solat, berpuasa, bersedekah, berbakti kepada orang tua dan masih banyak amalan amalan yang dapat kita lakukan. Seandainya kita telah meniggal maka mustahil untuk melakukan itu semua.
Saya pernah mendengar sebuah kata- kata bijak nih sob, seperti ini kalimatnya "Berbuat baiklah kamu seolah- olah akan meninggal esok hari, dan bekerjalah kamu seakan- akan hidup seribu tahun lagi". Maksud kalimat "berbuat baiklah kamu seolah- olah akan mati esok hari" yaitu jika kita melakukan perbuatan baik seolah olah kita akan meninggal esok hari maka kita tidak akan menyia nyiakan waktu yang tersisa, kita akan selalu beribadah, berbuat baik, atau bahkan tak henti- hentinya berzikir hingga melupakan tidur dan makan karena kita akan meniggal esok hari. dan kalimat "bekerjalah kamu seakan-akan hidup seribu tahun lagi" memiliki makna agar kita harus selalu bersemangat untuk menjalani kehidupan dan bekerja, karena waktu seribu tahun lagi dianalogikan sebagai waktu yang panjang, sehingga untuk mengisi waktu yang panjang itu kita perlu biaya hidup seperti sandang, papan dan pangan, tanpa bekerja maka mustahil semua itu akan tepenuhi.
Mungkin itu saja tulisan untuk hari ini, sepertinya banyak sekali kesalahan dalam penulisan artikel mengenai pandangan hidup.
wassalamualaikum Wr. Wb. :)

Comments
Post a Comment