Posts

SAWIT AMBYAR

Image
Sumber gambar :  https://scx2.b-cdn.net/ Beberapa waktu lalu, sebab terlalu lelah di rumah saja yang tak tau kapan akan berakhir, saya memutuskan untuk berkunjung ke kebun, kebun sawit milik famili yang tak jauh dari rumah,hanya 15 menit saja perjalanan menggunakan sepeda motor, disana tinggal pakde (kakak dari pihak ibu)   saya yang menjaga kabun sekaligus beternak sapi dan ayam dengan skala rumahan (peternakan rakyat). Saya tidak tau persis berapa hektar luas kebun sawit itu, yang jelas sawit-sawit itu ditanam di areal persawahan yang dulu sempat produktif, irigasi air juga masih sangat baik. Berbisnis sawit dianggap lebih menjanjikan sehingga masyarakat yang punya lahan berbondong-bondong menanam sawit, alih fungsi lahan semakin marak. Jadi tak heran Indonesia merupakan salah satu negara eksportir sawit terbesar di dunia sekaligus komoditas yang menyumbang devisa terbesar untuk negara. Tapi kini lain cerita, pohon sawit itu saya lihat tak begitu produktif, su...

Nyala Sejarah : Sebuah Refleksi Sejarah Kita

Image
sumber gambar :www.wowshack.com Pelajaran sejarah, bagi siswa yang mengeyam pendidikan sekolah umum di Indonesia sudah tidak asing dengan mata pelajaran ini. Ya, identik dengan mata pelajaran yang membosankan dan membuat mata kantuk. Terlebih billa cara guru menyampaikan materi yang membosankan, monoton. Dulu saya menganggap belajar sejarah hanya untuk mengingat-ingat dan mengenang masa lalu, tak lebih dari itu, meskipun begitu, saya telah lupa sebagian besar dari isinya, yang saya ingat hanya doktrin keterjajahan Indonesia oleh Belanda selama 350 tahun lamanya. Satu lagi, bapak guru waktu itu begitu mengagung-agungkan kebudayaan Jepang dengan teknologinya, saya tidak tahu apa itu termasuk dalam pokok pembahasan belajar sejarah atau mungkin ingin memberi motivasi kepada anak diidiknya. Belajar sejarah tapi tak diberi paham urgensinya, mengapa harus belajar sejarah, apa pentingnya untuk masa yang akan datang dan apa hikmah yang bisa diambil dari sejarah tersebut, alhasil,...

THE NEW NORMAL : Tantangan Perubahan Pasca Pandemi COVID -19

Oleh : Ahmad Nuril Pernahkah Anda mendengan istilah “The New Normal”? Akhir-akhir ini istilah “The New Normal” banyak saya dengar, saya coba mencari apa yang dimaksud dengan The New Normal, dari beberapa sumber, baik berita, artikel dan kanal Youtube. Kesimpulan yang saya dapat secara singkat,  The New Normal adalah sebuah kehidupan dengan kondisi normal yang baru tidak seperti biasanya. Profesor Yohanes Eko Riyanto dari Nayang Technological University Singapore mengungkapkan bahwa “Perilaku yang terjadi selama COVID -19 akan menciptakan tatanan ekosistem baru yang terkoneksi dengan perangkat digital dan internet. Perubahan perilaku pengguna handphone, laptop, dan segala macam uang basis konsumsinya adalah media sosial”, ujarnya dalam diskusi live secara daring bertema The New Normal di Youtube, Sabtu (2/4/2020). Artinya terdapat perubahan perilaku masyarakat, contohnya, sebelum pandemi COVID – 19 menjadi virus yang tak terkendali, kehidupan di tempat kerja masih seperti bia...

PERTANYAAN SEORANG TEMAN – Teori Perkembangan Anak Ditinjau Dari Masa Kecil Rasulullah ﷺ

Beberapa hari yang lalu seorang teman mengirimkan pesan singkat kepada saya, teman kampus, kebetulan pernah bekerja dalam projek mahasiswa kala itu. Saya heran kenapa dia menanyakan hal itu kepada saya, padahal bukan keahlian saya untuk menjawab pertanyan semacam itu. Mungkin dia punya alasan mengapa saya ditanya perihal itu, dan saya jawab sesuai pengamatan dengan sedikit literalur yang pernah saya baca. Pertanyaan yang masuk melalaui pesan singkat WhatsApp itu awalnya menjelaskan tiga teori tentang perkembangan anak dengan tokoh yang berbeda; Plato, John Locke dan Jean Jacques Rousseau, mereka adalah filsuf, bagi orang yang pernah mencicipi bangku kuliah di Fakultas psikologi mungkin sudah tak asing, tapi tidak bagi saya. Lebih lengkapnya seperti ini : “Ada tiga tokoh yang merumuskan teori perkembangan anak, mereka punya pandangannya sendiri-sendiri. Pandangan Plato menjelaskan bahwa bakat anak ditentukan oleh keturunan dan lingkungan dan dapat dikembangkan melalui pendidikan...

KITA BISA- Solusi Aleternatif Pendidikan Kedua Saat Corona

Ada wacana skema belajar dari rumah akan diperpanjang. Saya tak sepenuhnya yakin semua anak didik benar benar belajar di rumah, atas dasar apa? Saya sudah tanya ke beberapa pelajar apakah mereka benar benar belajar di rumah sesuai arahan dewan guru dan pemerintah, nyatanya tidak. Walapun sejatinya belajar tak mesti di dalam kelas, dengan seperangkat meja, bangku dan papan tulis seperti zaman moderen saat ini. Belum lagi sebagian besar wilayah Indonesia adalah pedesaan, jaringan internet mungkin tak sebaik di kota, dan apakah mereka punya gawai canggih seperti anak di kota lainnya? Mungkin sebagian kecil ada. Artinya, orang tua didik harus lebih ekstra dalam membimbing anak anaknya di rumah agar tak ketinggalan pembelajaran. Tapi tunggu, tak semua orang tua murid punya waktu karena harus bertahan hidup mencari nafkah yang kian sulit di tengah pandemi. Belum lagi (maaf) keterbatasan kemampuan orang tua didik untuk menyanpaikan materi pembelajaran. Bila skema belajar di ruma...

Bukan Sekolah Robot

Sabtu pagi Anda sedang menyaksikan talk show di stasiun TV kesayangan Anda, tiba tiba layar TV menjadi buram. Apa yg akan Anda lakukan? Menggebrak TV atau bongkar TV? Kemungkinan kita akan memilih opsi pertama, ya, menggebrak TV. Bisa jadi karena emosi atau hasil dari apa yg pernah kita lihat  kemudian mencontoh. Sekali berhasil, kemudian terulang lagi, Anda gerbrak lagi, dan lagi. lama lama remuk. Apakah teknisi TV akan melakukan hal yg sama? Menggebrak TV? tentu tidak, hal yg pertama dilakukan adalah mendiagnosa permasalahan, kemudian bongkar. Profesional. Setelah "menggebrak" TV apa lagi? Tentang pengalaman, di sekolah (sekitar 12 th yg lampau) seorang murid sekolah dasar diminta mengerjakan soal perhitungan di depan kelas, jawabanya salah, habis sudah murid itu "digebrak" oleh gurunya karena dianggap tak pandai menyelesaikan persoalan, padahal sudah diajarkan pekan lalu. Lantas bagaimana guru yg "mengebrak" muridnya karena belum mampu menyeles...

"Mengapa Aku Mencintai KAMMI?"

Image
Ahmad Nuril Anwar Santosa Bismillahirrohmanirrohim Sekitar tiga tahun lalu aku memutuskaan pergi meninggalkan kampung halaman kemudian kuliah di salah satu perguruan tinggi swata di DIY .Ya, Universitas Mercu Buana Yogyakarta, kampus yang tak setenar Gajah Mada atau kampus besar lainya. Namun di tempat inilah aku banyak belajar, bukan hanya hal akademik, namum lebih dari itu. Pernah menjadi bagian dari ROHIS (Rohani Islam) di Sekolah menengah kejuruan dulu membuat aku membulatkan tekad untuk mencari organisasi yang sejenis di kampus, awalnya yang kutemui adalah HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) mengenal HMI ketika mengikuti MAPERCA (Masa Perkenalan Calon Anggota) bersama rekan kuliahku, namun tampaknya aku belum begitu menjiwai dalam HMI sehingga aku memutuskan untuk tidak mengikuti LK 1 (Latihan Kader 1). Tak lama setelah MAPERCA, aku menemui pesan singkat ajakan untuk kegiatan Bakti sosial yang diselenggarakan oleh KAMMI, jujur aku belum begitu mengerti apa itu KAMMI. Ke...