Gajah mati meniggalkan gadingnya, penulis mati meninggalkan coretanya
Menulis, ya, sebuah kata yang terdengar sederhana namun tak
banyak orang yang mau melakukannya, aku akui sulit rasanya menggoreskan apa yang ada dalam fikiran jika belum terbiasa
menulis. Menulis di sini bukan menulis seperti anak SD ya… tapi menulis disini
mengungkapkan opini atau fakta atau karya ilmiah yang dibuat tuangkan dalam
bentuk tulisan.
Menganpa aku ingin belajar menulis? Karena dengan menulis
aku bisa mengungkapkan seluruh emosi dalam diri, bisa memberikan opini, dan
bisa membagiakan pengalaman kepada orang banyak, karena belum tentu setiap
orang mempunyai pengalaman yang serupa dengan kita, dengan menulis pembaca bisa
belajar dari pengalaman si penulis itu sendiri, apalagi tulisan kita berupa
kebaikan, maka insyaAllah meskipun kita telah meninggal nanti, tulisan kita
akan tetap abadi dan pahala akan tetap mengalair kepada kita. Ibaratnya seperti
ini “gajah mati meniggalkan gading, penulis mati menignggalkan tulisan” hehe,
benar bukan? Setiap orang yang membaca uantaian kata kata yang kita tulis siapa
tau dia menemukan inspirasi, motivasi bahkan hidayah. Dan sebuah kalimat yang saya dapatkan ketika mengahadiir
workshop kepenulisan di Yogyakarta bersama mahasiswa KAMMI di omah dakwah jogja yaitu “ setiap umat muslim memiliki
zamannya masing masing, pada zaman ini perang bukanlah menggunakan senjata,
namun dengan pena”
Menulis adalah dakwah kita untuk agama, bayangkan jika para
sahabat nabi tidak menuliskan al-quran pada zaman dahulu, pasti sudah lenyap,
walaupun ada yang menghapalnya, coba bayangkan jika ulama ulama besar tidak menulis, maka rusaklah agama kita
karena tidak ada buku rujukan untuk memahami Al quran dan hadist, maka dari itu
aku ingin belajar menulis, menulis, dan menulis, dan tetunya belajar menulis
dengan niat karena Allah SWT. So sahabatku semuanya yang baik hatiya mari kita
menulis, dan membaca, karena dengan membaca kita akan lebih mudah untuk
menulis.

Bener banget, Mas. Mari menulis dan membaca. :)
ReplyDelete